Football News

Salah, Firmino, dan Mane: Penyerang Terbaik Liverpool?

Tiga penyerang terbaik di sepanjang sejarah Liverpool? Jika pertanyaan ini diajukan kepada para penggemar Liverpool pada rentang usia tertentu, mereka akan serta merta menjawab: “John Barnes, Peter Beardsley, dan John Aldrige, tentunya. Pertanyaan yang omong kosong!”

The Reds telah berhasil menjalani masa-masa keemasan mereka berkat penampilan para pemain mereka, mulai dari Ian St. John, Roger Hunt, John Toshack, Kevin Keegan, Kenny Dalglish, dan tentu saja Ian Rush. Jika berbicara tentang trio penyerang terhebat, penampilan mereka mungkin tiada duanya.

Namun kini tampaknya gelar tersebut sedang terancam. Secara mengejutkan,  catatan gol terbanyak yang pernah dicetak Barnes, Beardsley, dan Aldridge adalah 64 gol yang mereka cetak di musim 1987-88. Jumlah ini luar biasa, tapi sama sekali bukan yang paling hebat yang pernah tercipta. Dengan performa yang tidak kalah mencengangkan dari trio baru penyerang Liverpool yang tersusun dari Mohamed Salah, Roberto Firmino, dan Sadio Mane, catatan ini tampaknya akan segera berganti dengan yang baru.

Tentu saja, gol bukan satu-satunya parameter untuk menentukan keberhasilan pemain. Penghargaan dan medali yang diperoleh juga selayaknya menjadi acuan untuk menentukan siapa yang lebih baik. Penampilan mencengangkan yang pernah ditunjukkan oleh para legenda Liverpool tak ayal menjadi acuan keberhasilan bagi para pemain Liverpool yang berikutnya. Bahkan, motto kebanggaan Anfield, “A Liverbird Upon My Chest” menyiratkan lirik “Kenny putra [emas musim] 88, tak pernah ada sisi yang lebih hebat.”

Ketiga penyerang tersebut adalah alasan utama di balik begitu spesialnya tim ini. Akan tetapi, jika berbicara dengan gol yang dicetak, mereka sebenarnya berhasil mencetak lebih banyak gol pada musim berikutnya, saat Aldrige hengkang dari Liverpool. Jika kita menggabungkan catatan gol Aldridge dengan pemain yang menggantikannya, Ian Rush, tercatat ada 67 gol yang dicetak, lebih banyak 3 gol dari musim sebelumnya.

Musim berikutnya, yang menjadi penanda keberhasilan terakhir Liverpool dalam meraih gelar, trio pemain yang sama berhasil mencetak lebih banyak 3 gol dan mencatat rekor sebanyak 70 gol.

Barnes berhasil memimpin perolehan dengan 28 gol, jumlah yang cukup baginya untuk memperoleh penghargaan Pesepakbola Terbaik Tahun ini. Jika dibandingkan dengan jumlah ini, Salah hingga kini mampu mencetak 12 gol lebih banyak dengan posisinya di sisi lebar lapangan dengan hanya menyisakan 6 pertandingan. Sisa pertandingan inilah yang kelak akan membuktikan apakah Salah mampu untuk mengalahkan catatan Barnes dan layak untuk digelari Pesepakbola Terbaik Tahun ini.

Sejauh ini, Salah telah memainkan peran penting dalam trio penyerang Liverpool. Bahkan tidak sedikit para pengamat sepakbola yang yakin bahwa performa ketiga trio baru ini sudah jauh melampaui para legenda mereka di masa lalu. Namun, sama halnya ketika kita berdebat perihal pemain mana yang lebih hebat antara Messi dan Maradona, kita tidak dapat mengabaikan fakta bahwa permainan sepakbola masa kini dan 30 tahun yang lalu sudah pasti jauh berbeda.

Para penyerang di tahun 1980an harus berlari sambil menghindari serangan tekel dari lawan dan berbagai hambatan tak terprediksi lainnya. Jika trio Liverpool yang sekarang dihadapkan pada kondisi tersebut, akankah mereka bisa bermain setidaknya sebagus yang sekarang? Di sisi lain, jika peraturan di masa lalu jauh lebih ketat dan tidak mengizinkan adanya pelanggaran terhadap pemain, bukankah para legenda Liverpool akan mampu mencetak gol lebih banyak? Tak ada yang tahu pasti, tapi setidaknya kita tahu bahwa trio Salah, Firmino, dan Mane memiliki peluang besar untuk menjadi legenda berikutnya dari klub sepakbola Liverpool.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close