Football News

Pupusnya Asa Chelsea di Kaki Hernandez

Gol penyeimbang yang dicetak Javier Hernandez di babak kedua memperbesar peluang bertahannya West Ham di ajang kompetisi Liga Primer dan di saat yang bersamaan, memperkecil peluang Chelsea untuk mengakhiri kompetisi di posisi 4 besar.

Pemain Chelsea, Cesar Azpilicueta terlebih dahulu menyumbangkan gol bagi timnya. Ia pun berkata bahwa gol tersebut dipersembahkannya kepada mantan pemain tengah tim nasional Inggris dan juga mantan pemain Chelsea, Ray Wilkins, yang telah berpulang pada hari Rabu lalu pada umurnya yang ke-61.

Selain itu, sebelum pertandingan dimulai, seluruh pemain dan ofisial juga meluangkan waktu untuk hening cipta. Secara khusus, para pemain Chelsea mengenakan ikat lengan berwarna hitam sebagai bentuk penghormatan kepada sang mantan pemain.

Alur pertandingan memang tidak bisa diprediksi. Hal ini semakin diperjelas dengan penamilan cemerlang Hernandez. Meski tampil sebagai pemain pengganti,ia mampu mencetak gol kesembilannya ke gawang The Blues dan mencetak gol penetu bagi the Hammers.

Usaha sang pemain kelahiran Meksiko ini yang melesatkan tendangannya dari pojok lapangan usai mendapat operan dari Marko Arnautovic, berhasil menempatkan tim David Moyes di luar zona degradasi dengan hanya berselisih 6 poin.

Gol ini sekaligus tendangan ketiga yang dilesatkan pemain West Ham dari kotak penalti Chelsea.

Di sisi sebaliknya, tim asuhan Antonio Conte, yang kini berada di posisi ke-5 klasemen, tapi terpaut 10 poin di bawah Tottenham dan Liverpool, tercatat sempat melakukan 23 tendangan. Chelsea pun sempat diperkirakan akan keluar sebagai pemenang dari laga ini berkat permainan mereka yang mengagumkan dan sukses membuat sang lawan tertinggal beberapa kali.

Bahkan, jika bukan karena penyelesaian yang kurang pertimbangan dan penyelamatan yang sempurna dari penjaga gawang West Ham, Joe Hart (yang kini dalam status pinjaman dari Manchester City), the Blues sudah pasti menyadari tujuan ini.

The Hammers selamat berkat Hernandez

Rekor mencengangkan  Moyes menuju 9 kali kekalahan dalam 15 laga tampaknya akan berlanjut ketika mereka berlaga di Stamford Bridge.

Sang pelatih kelahiran Skotlandia tersebut masih belum berhasil mengoleksi kemenangan dari 30 laga yang ia lakoni melawan tim 6 besar sejak kemenangannya terakhir kali di Desember 2010. Kala itu, sebagai pelatih Everton, ia sukses membawa timnya unggul 2-1 atas Manchester City. Namun, kali ini serangan Hernandez sukses memberikan warna yang berbeda pada pertandingan.

Hernandez, 29 tahun, yang masa depan dan hubungannya dengan sang pelatih masih simpang siur, sekali lagi menunjukkan kemampuannya mengolah si kulit bundar dan merobek gawang Chelsea.

Sejauh ini Hernandez telah tampil 4 kali sebagia pemain pengganti di Stamford Bridge sepanjang kompetisi Liga Primer. Dalam periode tersebut, ia mampu mencetak setidaknya 1 gol di setiap kesempatan.

Pertandingan melawan Chelsea kali ini sekaligus menandai penampilan kesembilannya melawan Chelsea dari 14 laga yang dilakoninya. Jumlah ini jauh melebihi klub-klub lain yang dilawannya sepanjang kompetisi Liga Primer.

Mengenang Wilkins

Setelah hening cipta sebelum pertandingan, seluruh pengunjung di stadion turut bangkit berdiri selama 8 menit untuk memberikan penghormatan mereka kepada sang pemaini bernomor punggung 8, Wilkins.

Sebagai pemain bertahan dengan bakat dan masa depan yang cerah, Wilkins pernah berkarier sebagai asisten pelatih di Chelsea. Kariernya yang cemerlang dan jerih payahnya sebagai pemain Chelsea membuatnya dihormati seantero stadion.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close