Football News

Peran Asensio di Balik Kemenangan Real Madrid

“Liga Champions memberikan kekuatan istimewa dalam diri Real Madrid.” Demikian peringatan yang pernah disampaikan toni Kroos dan mungkin tidak ada kekuatan yang lebih besar dari kemampuan untuk menahan serangan, bertahan hidup, dan selalu melangkah maju. Mungkin mereka pernah kebobolan gol, tapi tidak pernah kalah. Setelah berada dalam tekanan untuk waktu yang sangat lama, ketika Madrid meninggalkan Arena Allianz, Raphael Varane menderita cedera di bagian kepalanya dan Madrid tak kurang mengalami cedera. Akan tetapi hal ini sudah sejak jauh hari diperingatkan oleh sang pelatih, Zidane. Itulah sebabnya mereka bisa berhasil di kemudian hari. Perjuangan mereka memang belum selesai, tapi kini mereka selangkah lebih dekat untuk menuju babak final Liga Champions untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.

Jupp Heynckes mengatakan bahwa penampilan timnya membuktikan bahwa Madrid bukanlah tim yang sempurna. Di akhir pertandingan, para pemain mereka kelelahan akibat pertandingan yang panjang, Arjen Robben dan Jerome Boateng terpaksa keluar lapangan karena cedera. Mereka pun terpaksa menghabiskan sisa pertandingan di bangku pemain dan kemungkinan besar tidak akan ikut serta pada laga leg kedua.

Yang terjadi pada pertandingan tersebut memang sungguh mengesankan terutama ketika 2 gol tercipta dari tendangan Marcelo dan Marco Asensio. Keduanya berhasil melesatkan tendangan luar biasa melewati Joshua Kimmich dari tim lawan dan berhasil mencetak gol bagi Madrid.

Meski gol mereka tercipta dengan begitu luar biasa, Heynckes menyebutnya sebagai ‘hadiah’.  Sama seperti ‘hadiah’ ini, setiap pertandingan sepakbola biasanya terpengaruh dengan hal-hal tertentu yang kita anggap sebagai bakat pemain atau bahkan kesalahan. Bayern paham betul dengan hal ini terutama karena kesalahan dari salah satu pemain mereka, Rafinha, memberikan peluang bagi Madrid untuk mencetak gol dan mengalahkan mereka. Tak ada yang bisa mereka lakukan selain melihat Madrid mengunci kemenangan mereka.

Bayern memulai pertandingan di malam itu dengan formasi menyerang dan mengakhirinya dengan menyerang juga. Tercatat 13 kali tendangan diarahkan ke gawang Real Madrid. Namun, ini bukanlah tantangan yang besar bagi Madrid. Sementara itu, di sisi Bayern, kendati James Rodriguez terkesan, ditariknya Robben dari lapangan memberikan dampak yang kurang menguntungkan bagi tim dan menempatkan Franck Ribery sebagai satu-satunya harapan mereka. Ribery tak jarang harus melalui beberapa ancaman yang dilancarkan Madrid ke sisi Bayern.

Peluang pertama Bayern muncul setelah 25 detik, ketika Rodriguez memulai serangan terhadap Dani Carvajal dan bola berpindah ke Robert Lewandowski yang pada saat itu berada di sekitar kotak penalti. Sayangnya, dia menendang bola dengan terlalu keras dan mendatar. Akibatnya, tendangannya tidak berbuah gol. Begitu pula dengan upaya menciptakan gol yang dilakukan oleh Robben. Dalam 8 menit, ia terpaksa harus keluar dari lapangan, disusul oleh Boateng 30 menit setelahnya.

Pun begitu, Bayern terlihat menikmati pertandingan dan sempat memimpin ketika Rodriguez memberikan umpan silang kepada Kimmich yang berada di sisi kanan lapangan. Lewandowski berlari menyusur sisi tersebut dan gerakannya berhasil mengelabui penjaga gawang lawan dan memberi mereka peluang untuk mencetak gol. Namun sayangnya, alih-aslih memberikan umpan silang yang mereka butuhkan untuk mencetak gol, tendangan dari Kimmich melewati sudut sempit dan berakhir di luar gawang lawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close