Football News

Liverpool Tetap Berkuasa Terlepas dari Serangan Roma

Liverpool berhasil mencetak 5 gol, tapi kebobolan 2 goal ketika Roma membuktikan bahwa harapan mereka masih belum pupus dalam laga yang berakhir dengan skor 5-2 di Anfield yang berujung kemenangan telak bagi tim tuan rumah.

Tim asuhan Jurgen Klopp sempat unggul 5-0, namun perlawanan yang diberikan tim lawan terus bertambah. Roma pun akhirnya berhasil mencetak gol pertama mereka berkat serangan Edin Dzeko pada menit ke-81 dan disusul serangan dari Diego Perotti yang berhasil mencetak gol 5 menit kemudian.

Tim lawan yang bermain dengan sangat defensif, dicabik-cabik tim asuhan Jurgen Klopp hampir selama pertandingan. Mohamed Salah dan Roberto Firmino menjadi tumpuan serangan Liverpool berkat 2 gol yang mereka cetak masing-masing. Sementara sisa satu gol lagi berhasil dicetak oleh Sadio Mane.

Kesempatan Roma untuk menyerang datang hanya dalam beberapa menit usai pertandingan dimulai. Dzeko menguasai bola dan memberikan Kevin Strootman, namun serangan mereka kali itu berhasil ditahan oleh Loris Karius.

Liverpool merespon beberapa saat kemudian. Salah melepaskan tendangan melengkung ke gawang, namun berhasil ditangkap oleh penjaga gawang Roma.

Lima menit berselang, Salah memberikan umpan kepada Firmino yang berhasil melesatkan tendangan rendah ke arah gawang dan berhasil mencetak gol.

Firmino kemblai terlibat ketika ia mengelabui Alex Oxlade-Chamberlain, yang mencoba peruntungannya dari jauh, tapi tanpa menciptakan masalah bagi Alisson.

Di sisi lain, Roma mencoba mengarahkan bolanya ke kiri, tapi Karius berhasil mengambil umpan silang Aleksandar Kolarov, yang diarahkan kepada Dzeko.

Oxlade-Chamberlain pun terpaksa bermain dengan susah payah usai serangan tekel yang dilakukan kepada Kolarov dan gagal melanjutkan permainan. Sementara itu, hanya beberapa menit berselang, rekannya Giorginio Wijnaldum menyusulnya ke ruang ganti akibat mengalami cedera.

Roma berhasil memenangkan tendangan pojok pertama usai 17 menit dan berupaya mengambil kontrol atas permainan keetika tendangan yang dilesatkan Kolarov gagal merobek gawang dan hanya berujung di tiang gawang.

Tim lawan sempat merasakan nyamannya laga pembuka ketika Liverpool berjuang untuk menemukan irama pertandingan yang tepat yang mereka gunakan untuk menyingkirkan Manchester City pada kesempatan sebelumnya.

Trent Alexander-Arnold mencoba peruntungannya dan mencoba menguasai bola usai mendapat operan yang benar dari Salah, tapi umpan silangnya gagal berbuah gol.

Usai 26 menit berlalu, Liverpool memenangkan tendangan bebas yang mereka nantikan ketika Mane menjadi korban pelanggaran atas tindakan Juan Jesus, yang kemudian diganjar dengan kartu kuning. Akan tetapi tendangan yang dieksekusi Milner tersebut dengan mudah dihalau oleh penjaga gawang Roma.

Tiga menit berselang, Liverpool seharusnya berada di depan. Firmino menempatkan Mane  di posisi yang tepat agar Mane bisa memperoleh titik yang sempurna untuk melesatkan tendangan.

Dengan cepat Firmino kembali berada di pusaran pertandingan dan berupaya memberikan umpan ke Salah  dan kemudian memberi umpan tinggi ke Mane, yang dengan sigap melesatkan tendangan jauh dan lebar.

Meski mengakhiri laga dengan 5-0, nyata banyak serangan Liverpool yang berhasil dimentahkan penjaga gawang Roma. Sembari Liverpool mencoba meningkatkan tensi permainan, Mane mencoba merobek gawang Roma 10 menit kemudian. Meski berhasil, gol yang dicetaknya nyatanya dianulir wasit karena terindikasi dilakukan dari titik offside.

Tapi sang pemain yang berasal dari Merseyside tersebut berhasil menerobos kembali setelah 36 menit – dan hampir di luar dugaan menempatkan Salah sebagai pencetak gol usai mendapat umpan di sisi kanan lapangan dan melesatkan tendangan dengan kaki kirinya hingga merobek pojok atas gawang tim lawan.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close