Football News

Guardiola Mendukung Henry Melatih Arsenal

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, percaya bahwa Henry adalah sosok yang tepat untuk membina para pemain Arsenal di masa depan. Ia pun menyatakan dukungannya jika sang mantan pemain sepakbola itu memang berniat melatih Arsenal.

Arsenal kehilangan kesempatanan emasnya dalam membawa pulang gelar juara Piala Carabao usai menelan kekalahan 3-0 dari Manchester City minggu ini. Kekalahan mereka pun berlanjut ke luar 4 besar klasemen setelah kembali dikalahkan Manchester City 4 hari kemudian.

Kekalahan ini memberi tekanan besar kepada tim, khususnya sang pelatih Arsene Wenger. Posisi Arsenal yang kini terpaut 10 poin dari peringkat 4 klasemen menjadi kenyataan buruk yang harus dihadapi seluruh pemain. Kini harapan mereka satu-satunya hanya tertuju pada Liga Champions.

Sebagai salah satu legenda Arsenal, nama Henry belakangan santer disebut sebagai pengganti Arsene Wenger. Penampilan Arsenal yang memburuk di musim ini digadang-gadang menjadi alasan di balik berhembusnya isu ini.

Thierry Henry sendiri kini masih tercatat sebagai asisten pelatih di bawah Roberto Martinez di tim nasional Belgia. Namun, ia pernah mengatakan bahwa salah satu mimpinya adalah melatih Arsenal.

Jika benar, maka ia pun mendapat dukungan dari mantan pelatihnya di Barcelona. Guardiola percaya bahwa Henry punya kemampuan untuk membawa Arsenal ke puncak kesuksesan mereka.

“Jika adia berniat menjadi pelatih, ia punya bakat yang tepat untuk itu,” ujar Guardiola usai merayakan kemenangan City atas Arsenal. “Namun untuk itu, harus dia yang memutuskan, bukan saya.”

Pernyataan Guardiola setidaknya memberi dukungan moril kepada Henry untuk membina klub yang dahulu pernah dibelanya. Kondisi Arsenal yang kini tercatat telah menelan 4 kali kekalahan dari 5 laga yang mereka lakoni di berbagai kompetisi, menunjukkan turunnya performa tim secara drastis. Bahkan, berdasarkan data yang ada, jumlah kekalahan yang diderita Arsenal di 2 bulan pertama tahun 2018 jauh lebih tinggi dari klub LIga Primer manapun.

Namun, terlepas dari kemenangan yang diperoleh timnya atas Arsenal, Guardiola tetap menyatakan bahwa ia menyimpan rasa kagum akan sosok Wenger. Baik Guardiola maupun Wenger memiliki sejarah yang panjang. Mereka tercatat beberapa kali bersinggungan dalam pertandingan di Premier League maupun pada kompetisi lainnya.

Bagi Guardiola, setiap pelatih bisa saja berada di kondisi seperti yang dialami Wenger sekarang. Ia pun yakin bahwa Wenger akan mengambil keputusan yang tepat bagi dirinya dan klub yang dibinanya.

Kekalahan 2 kali berturut-turut dari City sudah pasti memberi tekanan yang berat bagi Wenger dan The Gunners. Namun, dari sudut pandang Guardiola, kunci dari kemenangan terakhir mereka terletak pada babak kedua.

Arsenal, yang tertinggal 3-0 di babak pertama, sukses mendapat tendangan penalti di babak kedua akibat pelanggaran yang dilakukan Nicolas Otamendi atas Henrikh Mkhitaryan di kotak penalti.

Namun, tendangan tersebut berhasil digagalkan oleh penjaga gawang City. Bola pun kembali dilontarkan ke tengah lapangan. Upaya sang penjaga gawang pun berbuah pujian dari Guardiola. Penyelamatannya yang menakjubkan sukses menghadiahkan kemenangan bagi City, sekaligus kemenangan di laga ke-100 City di bawah asuhan Guardiola.

“Jika saja Ederson gagal mementahkan tendangan penalti itu, pertahanan kami akan sangat terbuka. Kami berhasil mencetak 3 gol yang bagus. Tidak dapat disangkal lagi bahwa pertandingannya berjalan dengan sangat baik, usai kami mengalahkan Arsenal 4 hari lalu.”

Dengan kemenangan ini, City kini bergerak dengan 16 poin di atas Mancehster United, yang kini menduduki posisi kedua klasemen. Langkah mereka pun semakin dekat untuk meraih gelar juara Liga Primer.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close