Football News

Guardiola dan Penghinaan De Bruyne

Pep Guardiola, pelatih Manchester City mengatakan bahwa sang pemain kelahiran Belgia tersebut telah bermain dengan sangat baik musim ini dan dia telah menjadi ‘seorang’, namun Mo Salah juga berhak atas gelar yang sama.

Di tengah perebutan gelar “Pemain Terbaik Tahun Ini”, kemenangan Mohamed Salah atas Kevin de Bruyne belum berada pada level yang sama seperti yang terjadi pada bulan April 1999 lalu.

Kala itu, Manchester United dan Arsenal bersaing untuk gelar yang sama. Sebulan sebelum United mencatat 3 kali kemenangan berturut-turut, David Ginola menjadi sosok yang didaulat dengan penghargaan tersebut.

Pada waktu itu, David Ginola tercatat berhasil mencetak 3 gol di ajang kompetisi, namun tak satupun dari ketiganya yang digunakan sebagai pertimbangan untuk diberikannya penghargaan tersebut. Gol pertamanya dicetak sekitar 8 hari sebelum ia didaulat sebagai juara. Pun begitu, penampilannya terbilang cukup untuk membuatnya berada di atas Dwight Yorke, Roy Keane, David Beckham, Emmanuel Petit, dan Dennis Bergkamp.

Keputusan menghadiahkan gelar tersebut kepadanya pun terbilang luar biasa terutama karena penampilannya yang menurun dari hari ke hari. Jadi, jika kita mempertimbangkan penampilan hebat Salah pada musim ini, Salah memang menjadi kandidat yang kuat untuk memenangkan penghargaan “Pemain Terbaik Tahun Ini”.

Walaupun begitu, Pep Guardiola kurang setuju dengan hasil yang mereka tunjukkan. Sang pelatih berdarah Spanyol ini memang tidak terlalu menyukai penghargaan pemain individual, namun jika memang ia harus memilih, ia mengatakan bahwa De Bruyne memiliki kualitas yang tepat untuk menerima penghargaan tersebut.

“Anda sekalian tahu pendapat saya tentang penghargaan semacam ini,” ujar Guardiola, sembari memberikan isyarat bahwa ia akan menghindari pertanyaan ini. Tapi, ia kemudian mengatakan, “Jika dia tidak mengatakan, selamat pada siapapun yang akan menang, tapi dari sudut pandang saya, ketika kamu mengalisa pertandingan dalam 9 atau 10 bulan terakhir, tidak ada pemain yang lebih baik darinya, dalam hal keberlanjutan, dalam hal selalu tersedia untuk membela tim di setiap kompetisi.”

“Saya mohon maaf. Mungkin dari segi angka, ada pemain yang lebih baik darinya, tapi tidak ada untuk musim ini. Bagi saya, dia adalah pemain terbaik, inilah yang saya pikirkan, tapi pendapat dari para pemain bisa saja berbeda.”

“Saya berharap dia bisa menang, tapi pada akhirnya, di musim panas, dia akan berada di kandang, menjadi juara”

Sebuah ringkasan dari pandangannya tersebut bahkan muncul pada akun Twitter resmi @PepTeam, jadi bisa disimpulkan bahwa Guardiola sangat yakin akan pendapatnya tersebut. Di balik layar, City mungkin merasa kecewa juga. Mereka harus menerima kekalahan dari Salah dan kawan-kawan pada awal pekan lalu, yang bisa saja berakibat pada jatuhnya gelar presitisius tersebut ke pihak LIverpool.

Namun, bukan berarti de Bruyne kehilangan seluruh kesempatannya untuk memenangkan gelar tersebut. Permainannya yang sangat mengagumkan salah satunya ditandai dengan keberhasilannya membawa City menang telak atas Swans dengan skor 5-0.

Pertandingan tersebut juga menandai kelima kalinya bagi de Bruyne mencetak gol dari luar kotak penalti. Jumlah ini lebih banyak dari pemain Liga Primer manapun. Statistik ini sekaligus membuktikan bahwa sang pemain Manchester City tersebut juga harus dipertimbangkan sebagai kandidat yang kuat untuk mengalahkan Salah dalam perebutan gelar “Pemain Terbaik Tahun Ini”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

spbo
Close