Angel Di Maria membandingkan gaya bermain klub yang dibelanya kini, Paris Saint-Germain dengan bebuyutan mereka, Barcelona. Akankah pernyataan ini berujung pada kemarahan para penggemarnya ketika ia dulu membela Real Madrid?

Pemain yang kini berusia 29 tahun tersebut percaya bahwa baik Les Parisiens dan Barcelona memiliki pola bermain yang sama, yang berfokus pada penguasaan bola. Adapun permainan Real Madrid, menurutnya berfokus pada strategi menyerang balik.

Terlepas dari benar salahnya pernyataan Di Maria, sebenarnya ucapan ini tidak perlu dilontarkan, terlebih jika hanya bermaksud meningkatkan tensi antara ketiga tim tersebut. Akan tetapi, mungkin baginya hal ini justru perlu. Ia bahkan dengan sengaja memuji kualitas pengoperan bola yang dilakukan para punggawa Barcelona.

PSG sendiri akan segera berhadapan dengan Real Madrid pada hari Kamis ini, dalam leg pertama babak 16 besar Liga Champion. Untuk laga yang diprediksi akan berjalan dengan sengit ini, Di Maria bahkan tidak segan-segan menawarkan bantuannya untuk mendampingi klub yang pernah dibelanay itu.

Seperti yang dikutip pada situs resmi PSG, Di Maria berkata bahwa Real Madrid tidak perlu bermain dengan gaya penguasaan bola yang sama seperti PSG. Hal ini dikarenakan gaya bermain mereka lebih condong kepada Barcelona, dibanding Los Blancos.

Menurutnya, Real Madrid kebanyakan bermain dengan strategi menyerang balik. Ketika lawan mereka kehilangan kontrol atas bola, mereka langsung merangsek masuk. Untuk ini, Real Madrid memiliki para pemain yang tepat.

Selanjutnya ia mengatakan bahwa hal itu pulalah yang menjadikan setiap laga kontra Real Madrid menjadi sulit dikontrol. Hasil akhir permainan akan ditentukan oleh kemampuan tim dalam mempertahankan kontrol bola. Selain itu, PSG juga harus mempertahankan gaya bermain mereka, alih-alih menyesuaikannya dengan gaya bermain para punggawa Madrid. Pertahanan pun menjadi aspek yang sangat penting mengingat Real Madrid tidak pernah kekurangan pemain berkualitas yang bisa menyobek gawang mereka kapan saja.

Pemain kelahiran Argentina ini juga berpendapat bahwa Neymar lebih unggul dari Cristiano Ronaldo, setidaknya dari sisi tinggi badan. Hal ini dikemukakannya mengingat pertemuan kedua bintang yang diprediksi akan terjadi dalam waktu singkat ini.

Ia pun berujuar,” Mereka kedua pada dasarnya mirip. Mereka cepat dan sangat kuat dalam permainan satu lawan satu. Mereka bermain dengan cepat dan intens dalam setiap laga yang mereka lakoni.”

“Neymar memang lebih kecil, tapi posturnya inilah yang menguntungkannya. Akan tetapi, secara garis besar kedua pemain ini mampu mengubah jalannya pertandingan.”

Hal ini dikatakan Di Maria merujuk pada pertandingan yang akan mempertemukan kedua raksasa Eropa ini pada hari Kamis mendatang. Laga yang akan mempertemukan para pemain dunia sekelas Cristiano Ronaldo dan Neymar ini diprediksi akan memanaskan atmosfer pertandingan di Santiago Bernabeu.